pejuang hidup
ada kalanya kita ingin sekali Tuhan mengabulkan semua doa kita
meski kita tahu itu tak mungkin
namun ada kalanya juga saat kita terus tanpa lelah mengucap doa itu di setiap tarikan nafas kita
karena kita percaya jika doa itu terkabul
itu akan membawa kebaikan bagi semua
namun tanpa sadar kita akan menjadi manusia yang penuh kesombongan
saat doa itu terkabul
karena kita menjadi semakin percaya akan keyakinan kita mengenai kebaikan suatu hal
padahal kebaikan menurut kita belum tentu kebaikan menurut Tuhan
aku sadar saat ini aku sedang mati suri
terusmenerus diterjang berbagai hempasan hidup
dilema akan tanggungjawab kehidupan yang harus kupikul sendiri
dilema akan tanggungjawab memberi sedikit kebaikan bagi bangsa
juga menanggung rasa sakit yang luar biasa saat mengetahui harus terjatuh (lagi), kehilangan (lagi), dan dihempaskan (lagi) dari kehidupan seseorang
namun aku adalah seorang pejuang hidup
akupun juga harus bangkit (lagi), dan bangun (lagi) dari mati suriku
masih terlalu banyak hutang yang harus kubayar pada bangsa ini
masih terlalu banyak daerah terpencil yang belum kukunjungi
masih terlalu banyak anak bangsa yang tak bisa sekolah
masih terlalu banyak anak bangsa yang belum menemukan alasan kenapa mereka harus mencintai negara ini dengan segenap hati mereka
masih terlalu besar jurang ketimpangan dan ketidakadilan di negriku yang justru makin besar atas ulah saudara sebangsa mereka
masih amat jauh belum tercapai mimpiku untuk sekedar membuat segelintir anak bangsa ini mengecap indahnya pendidikan seperti yang pernah aku rasakan
dan aku masih punya ribuan alasan yang akan membuat waktu berlalu terlalu cepat
hingga tak terasa luka ini pasti akan mengering
pasti
insyaAllah
“pejuang hidup sudah selayaknya mati suri berkali-kali,tapi ia akan bangun lagi untuk terus memperjuangkan apa yg ia percaya baik untuk semua…“
dan aku tak akan lelah untuk terus mengucap doa
mengerahkan sekuat tenaga
memperjuangkan setiap kebaikan yang masih bisa aku perjuangkan
di atas segala kelemahan insaniku